Perjalanan Satu Semester Jurnalistik Online

Nama saya Eka Satria, jurnalistik 2010. Saya seorang mahasiswa UPN Veteran Jakarta, Di semester 6 ini saya mengambil mata kuliah Jurnalistik Online. Selama satu semester saya mempelajari Jurnalistik Online, ada banyak hal yang tidak akan pernah saya lupakan, terlebih dengan deadline yang diberikan dari dosen kepada semua mahasiswa untuk mengumpulkan tugas. Tetapi itu tidak menjadi alasan saya untuk tidak mengikuti mata kuliah Jurnalistik Online dan mungkin ini makin membuat saya termotivasi dengan peraturan deadline yang menurut saya bisa menjadikan kita lebih disiplin nantinya dalam menjalani pekerjaan ke depannya.

Di mata kuliah Jurnalistik Ini saya menjabad sebagai pemred yang kedua setelah pemred yang pertama di tangani temen saya. Awalnya saya tidak mau menjadi pemred karena sebelumnya saya tidak pernah, tetapi ini menjadi tantangan buat saya untuk mencobanya. Mungkin selama jadi pemred saya belum memberikan hasil yang maksimal untuk anggota – anggota saya, tetapi itu yang dinamakan belajar yang penting kita sudah berani untuk mencobanya.

Saya mempunyai pengalaman yang menarik selama mengikuti mata kuliah Jurnalistik Online. Salah satunya pada saat liputan untuk tugas yang pertama, saat itu saya mengangkat profil seorang pengusaha Mardonat di daerah Cijantung. Awalnya memang cukup berat untuk bisa mewawancarai seseorang, karena sebelumnya saya tidak pernah terjun langsung kelapangan untuk melakukan liputan. Tetapi itu tidak menyurutkan niat saya untuk bisa mewawancarai pengusaha tersebut dan saya akhirnya bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana dia bisa menjadi sukses, yaa walaupun saat mewawancarai saya sedikit gemetar.

Hal yang paling saya suka di mata kuliah ini adalah deadline yang diberikan dosen Rabu 23.59.59. yahhh walaupun terkadang membuat saya merasa lelah dengan deadline yang diberikan dari dosen, tapi itu bisa mengajarkan saya untuk tidak meremehkan waktu. Yaa mungkin cukup sampai sini saya menceritakan pengalaman saya selama mengikuti mata kuliah Jurnalistik Online. Semoga setelah mata kuliah ini selesai saya masih bisa menghargai yang namanya waktu. @ekasatria4

Advertisements

Persiapan Pak Jokowi Menyambut Hut DKI

jokowii

Meski perayaan HUT DKI Jakarta masih beberapa bulan lagi, Gubernur DKI Jakarta ( Jokowi ) sudah siap mengumpulkan anak buahnya untuk merapatkan persiapan acara hari ulang tahun (HUT) ke 486 Jakarta. Kegiatan perayaan tahun ini, akan dimulai sejak tanggal 22 Juni hingga 3 Juli 2013 mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arie Budiman, menjelaskan ada sekitar 17 kegiatan utama dalam rangkaian memperingati HUT DKI Jakarta tersebut. Adapun 17 acara utama untuk memeriahkan HUT Jakarta ke – 486 seperti Pekan Raya Jakarta ( PRJ ), Jakarta Great Sale, Jakarta Karnaval, Sandiwara Mustikal, dan ada pula acara Car Free Night seperti Jakarta Night Festival.

Gubernur DKI Jakarta ( Jokowi ) juga berencana akan menutup jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada perayaan Ulang Tahun ke – 486 kota Jakarta, 22 juni 2013 mendatang. Jokowi menerangkan, panitia HUT DKI Jakarta tengah mempersiapkan acara dengan maksimal dan sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. “ pokoknya berbeda. Kita ingin Ultahnya kali ini miliknya masyarakat, bukan hanya miliknya Pemprov, milik golongan tertentu, tapi miliknya masyarakat,” Ujar Jokowi.

Jokowi juga punya permintaan kado yang cukup unik dalam rangka HUT DKI Jakarta ke – 486. Dia meminta kepada pihak swasta dan BUMN untuk mengecat jembatan dan fly over yang kondisinya saat ini kotor karena banyak coret – coretan. “ Saya hanya ingin minta hadiah ulang tahun yang ke – 486. Mohon yang menjadi tanggung jawab bisa dikerjakan sebelum ulang tahun Jakarta, 22 Juni sudah diselesaikan,” Ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta.

Permintaan Jokowi ini bukan tanpa alasan, dirinya meminta kepada instansi untuk mengeluarkan dana coorporate social responsibility ( CSR ) yang dimiliki masing – masing instansi. Terlebih sebagian jembatan dan fly over merupakan milik instansi terkait tersebut, sehingga Jokowi hanya meminta untuk dijaga dan dirawat agar tetap bersih dah terlihat indah. SP/@ekasatria4

 

Nikmatnya Ayam Penyet Ibu Yuli

Kios ayam penyet

Kios ayam penyet

Mendengar nama ayam penyet pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, ayam penyet sudah menjadi makanan yang sangat sering di santap di berbagai restoran yang menjual cita rasa nusantara. Salah satu ayam penyet yang terkenal di daerah Tanggerang adalah warung ayam penyet Ibu Yuli. Warung ini terletak di jalan. Ir. H. Juanda, BBS, Ciputat dekat dengan Kampus UIN.

Usaha warung Ibu Yuli ini sudah dijalankan dari 8 tahun yang lalu. Bermula dari warung sangat kecil hingga sekarang sudah bisa menyewa area kiri dan kanan tempat warung ini bermula. Dalam sehari pun Bu Yuli bercerita dapat menjual sekitar 300 – 400 potong ayam, belum lagi dengan menu lainnya seperti ikan bakar ataupun soto ayam. Sekarang pun warung ini sudah membuka cabang juga di daerah ciputat tepatnya di Jl. Legoso. Warung ini pun memberikan jasa delivery dengan minimal order tentunya.

Di warung ini menyajikan ayam penyet dengan bumbu yang meresap, empuk dan gurih serta disajikan dengan sambal merah pedas diatasnya serta disajikan juga dengan lalapan sayur kol, selada, daun kemangi dan timun. Jeruk limo untuk tambahan rasa asem bagi yang senang dan juga di taburin bawang goreng diatas sambal. Selain ayam penyet, warung ini juga menyajikan berbagai macam makanan nusantara seperti, ayam bakar, ikan bawal bakar, ikan lele goreng penyet, ikan lele bakar, soto ayam, gudek dan lain – lain. Tetapi ayam penyetlah yang menjadi menu spesial yang di sajikan di warung milik Ibu Yuli ini.

Menu di warung Ibu Yuli ini pun memberi harga dengan harga yang sangat bersahabat dengn dompet kita, terutama bagi pelajar, mahasiswa / mahasiswi, maupun pegawai kantoran sekitar warung Ibu Yuli ini. Ayam Penyet ini hanya di hargai Rp. 14.000, saja  sedangkan untuk ikan dengan harga Rp. 15.000-.SP/@ekasatria4

Menjelang Idul Adha Pedagang Sapi Menggunakan SPG

SPG sapi Haji Doni

Ada yang unik di Depok Ratusan sapi pilihan dan memikat terpampang di Mall Hewan Qurban milik Haji Doni, di jalan akses Universitas Indonesia No 28c, kelapa Dua Depok, dan selintas mirip dengan showroom otomotif. Bedanya, obyek yang di pamerkan di sana adalah sapi yang dipersiapkan memenuhi harga pasar konsumen menjelang Idul Adha nanti. Tak kurang dari 5.000 sapi disiapkan sang pemilik dengan varian jenis dan harga yang variatif.

Haji Doni memiliki lima outlet yang berada di Cisalak, Tapos, Taman Buah Mekarsari, Cianjur, dan di kelapa Dua. Haji Doni sudah 20 tahun menjalani dunia peternakan. Namun baru tiga tahun belakangan ini dirinya melirik harga pasar sapi FH. Selain perlu perawatan khusus, sapi FH memiliki kelebihan dari segi bobot. Hal itulah yang membuat Haji Doni tertarik untuk menernakkan sapi IB berjenis FH.

Soal harga, hewan herbivora tersebut, dibanderol dengan harga mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 167 juta. Khusus harga fantastis, sapi ini merupakan peranakan jenis FH Fisholand. Dari 6 sapi mewah, semuanya sudah habis terjual untuk Idul Adha nanti. Pemilik Mall Hewan Qurban, Doni mengaku sapi dengan harga fantastis tersebut merupakan buah inseminisasi buatan, dengan bibit yang didatangkan langsung dari belanda. Bobot jenis sapi ini rata – rata di atas satu ton dengan usia 2 tahun.

Selain sapi peranakan, Mall Hewan Qurban ini juga menyediakan sapi lokal, yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Kouta sapi impor yang di batasi 140 ribu ekor, membuatnya optimis sapi – sapi miliknya, menjadi lirikan konsumen untuk Lebaran Haji nanti. “ selain itu, kualitas, pelayanan, dan kesehatan merupakan garansi kami kepada konsumen, baik perorangan maupun perusahaan,” tutupnya.SP/@ekasatria4

Keripik Singkong Krispy

keripik Singkong Pedas

Satu lagi pengusaha sukses yang memaksimalkan potensi dilingkungan sekitarnya yang banyak orang menganggap remeh, yaitu singkong. Nama pengusaha tersebut adalah bapak dodo, bapak dodo yang mempunyai Rumah Crispy sebagai tempat mengolah singkong / ubi kayu menjadi singkong crispy.
Bapak dodo adalah seorang pekerja keras yang berjuang dari bawah dan akhirnya sukses dalam wirausaha di bisnis ubi kayu atau singkong. Bapak dodo menganggap singkong adalah jalan hidupnya. Jika dahulu singkong hanya di kenal sebagai makanan orang kampung, tidak demikian saat ini. Beragam makanan olahan berbahan dasar singkong justru disukai orang kota modern.
Seperti makanan olahan berbahan singkong yang diciptakan bapak dodo, warga kampung pulo. Makanan olahan yang dia namai crispy singkong dan crispy konghui itu laku di pasaran. Bahkan, pria 42 tahun itu mampu meraup omzet tak kurang dari Rp 3 juta per hari dari penjualan kedua jenis makanan tersebut. Dengan modal Rp 200.000, ia membeli beberapa kilogram singkong dari pasar. Tak ketinggalan, bahan untuk singkong crispy pun dibelinya, termasuk minyak goreng. Sementara alat untuk mengepres adonan singkong agar benar – benar tipis, digunakan alat pembuatan molen.
Bapak dodo mengaku, ketika pertama kali membuat crispy singkong, dia tidak langsung menjualnya. Dia tawarkan produk buatannya itu kepada tetangga, dan belakangan masyarakat sekitar banyak yang tau. Dari situlah, produknya mulai dikenal dan disukai banyak orang dan akhirnya bapak dodo pun menjual crispy singkong buatannya.
Sehari, Bapak Dodo bisa membuat 250 bungkus crispy singkong dan crispy konghui. Dia menjualnya seharga Rp 12.500 per bungkus ke reseller, atau jika dihitung omzetnya Rp 3 juta per hari. Untuk peralatan ia mengaku tidak kesulitan. Demikian pula bahan baku dan tenaga perajin, bapak dodo membeli singkong dari pasar seharga Rp 1.000 per kilogram. Sementara sejumlah tetangga menjadi pekerja pembuatan crispy singkong dan konghui pembuatannya, di rumah produksi bernama Rumah Crispy. SP/@ekagas4

photo : trioresep.blogspot.com

Sukses Menjadi Pengusaha Mardonat

mardonat

pria bernama bapak feri 40 tahun dan mempunyai 3 0rang anak. pada awalnya ia hanya seorang pekerja sebagai karyawan pabrik. Dengan keadaan keluarganya yang serba kecukupan dan gajinya yang kurang untuk membiayai keluarganya, bapak feri pun mulai berfikir untuk menjalankan usaha yaitu mardonat.

Pada tahun 1994 bapak feri mulai menjalani usaha mardonat. Awal mulanya bapak feri hanya menjalankan usaha kecil – kecilan dengan cara menawarkan kue – kue berupa ketring ke para tetangganya. Namun dengan usahanya tersebut sedikit demi sedikit usahanya pun semakin terkenal.

Akhirnya pada tahun 1998 bapak feri pun mulai mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di daerah cijantung, tetapi bapak feri hanya bisa menyewa kios untuk menjalankan usahanya tersebut. Dengan berjalannya waktu tidak disangka usahanya tersebut berjalan sukses hingga bapak feri bisa mempunyai kios sendiri dan membuka cabang di mana – mana salah satunya di daerah ciracas.

Awalnya bapak feri hanya menjalankan usaha mardonatnya sendiri dengan di bantu istri dan ke tiga anaknya. Namun dengan meningkatnya usaha mardonat tersebut bapak feri pun mulai mencari karyawan untuk membantu usahanya tersebut yang saat ini sudah ada di mana – mana.

Singkat cerita akhirnya bapak feri bisa berhasil dengan menjadi pengusaha mardonat dan memiliki cabang di mana – mana. Dan sampai saat ini usahanya tersebut terus berjalan dan mungkin bapak feri akan menyuruh anaknya untuk meneruskan usaha mardonatnya yang telah di perjuangkan dengan susah payah.